Kota Pekanbaru merupakan salah satu kota indah yang memiliki banyak makanan khas daerah, misalnya nasi lemak dan gulai ikan patin. Anda bisa mencari beberapa rekomendasi restoran di Pekanbaru yang menyediakan makanan lezat khas Kota Madani ini. Namun, tidak hanya makanan khas, Kota Pekanbaru juga menyimpan situs bersejarah, termasuk peninggalan arsitektur yang masih berdiri kokoh sampai saat ini. Berikut merupakan beberapa bangunan bersejarah tersebut:
- Rumah Singgah Sultan Siak
Rumah Singgah Sultan yang juga dikenal dengan nama
Rumah Tuan Kadi didirikan sekitar tahun 1895 oleh H. Nurdin Putih, mertua dari
Tuan Kadi H. Zakaria. Tempat ini lebih dikenal dengan Rumah Singgah Sultan
sebab saat Sultan Syarif Kasim II melakukan perjalanan ke Pekanbaru dari ibu
kota Kesultanan Siak di Siak Sri Indrapura, beliau singgah terlebih dahulu ke
rumah ini. Kemudian, Sultan berjalan menuju Masjid Nur Alam (yang sekarang
bernama Masjid Raya Pekanbaru) melewati Hasyim Straat, sebuah jalan kecil yang
berada di samping kiri masjid. Selama berada di Pekanbaru, Sultan menginap di
Istana Hinggap.
- Istana Hinggap
Istana Hinggap adalah tempat tinggal Tuan Kadi H.
Zakaria, seorang mufti Kesultanan Siak pada masa pemerintahan Sultan Syarif
Hasyim dan yang mengajarkan Sultan Syarif Kasim II tentang agama Islam. Tempat
ini merupakan tempat menginap bagi Sultan Syarif Kasim II selama di Pekanbaru.
Rumah ini memiliki gaya Indische dan
didirikan sekitar awal 1900-an, di masa agresi militer Belanda ke-II tahun
1949. Belanda menjadikan rumah ini sebagai penjara dan rumah sakit. Rumah ini
juga pernah menjadi tempat berlangsungnya rapat pembentukan Provinsi Riau.
- Kompleks Makam Marhum Pekan
Dulunya disebut sebagai Perkuburan Kampung Bukit,
Kompleks Makam Marhum Pekan ini merupakan tempat bersejarah Kerajaan Siak di
Senapelan. Selain itu, tempat ini juga disebut sebagai tiang pancang lahirnya
Kota Pekanbaru di abad ke-18. Tempat bersejarah ini dibagi menjadi dua bagian,
yakni 6 jirat makam utama yang berada di dalam cungkup dan beberapa jirat
makam, batu nisan makam, dan tapak bekas Masjid Raya yang berada di luar
cungkup.
- Jejak Tapak Bangunan Masjid Lama
Jejak tapak merupakan bukti peninggalan sejarah
Kerajaan Siak abad ke-18 sewaktu Senapelan menjadi ibu kota Kerajaan Siak
semasa pemerintahan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah (Raja Alam). Bangunan ini
memiliki bentuk masjid lama berupa struktur pondasi bangunan mihrab berbahan
semen campuran. Sekarang ini, jejak mihrab masjid berupa pondasi berbahan semen
ini masih dapat dilihat. Lokasinya persis di sudut kanan bagian depan pintu
masuk cungkup.
Itulah 4 bangunan bersejarah
yang dimiliki Kota Pekanbaru. Sudahkah Anda menentukan pilihan akan ke mana
saja saat berkunjung ke kota ini?
